Kamis, 14 November 2013

Integrasi Ekonomi Global Ancaman atau Peluang?


Integrasi Ekonomi Global Ancaman atau Peluang?

Penulis : Estu Suryowati

Kamis, 14 November 2013 | 13:12 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, liberalisasi perdagangan dan investasi sebagai muara kesepakatan APEC Oktober lalu memang tak bisa dihindari. Sejumlah kesepakatan di dalam forum kerjasama ekonomi Asia Pasifik tersebut menjadi ancaman kecuali Indonesia bisa mendesain strategi ekonomi dengan melihat pergerakan dunia. Fenomena tersebut bisa merupakan ancaman ataupun peluang bagi Indonesia.

"Fenomena pertama semakin terintegrasinya ekonomi global dengan segala konsekuensi. Itu menjadi ancaman atau peluang tergantung respon kita," kata Hatta dalam diskusi tentang kesepakatan APEC di Lembaga Ketahanan Nasional di Jakarta, Kamis (14/11/2013).

Hatta mencontohkan, 2015 nanti Indonesia akan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan pilar utama pasar tunggal ASEAN. Di dalamnya arus modal (free flow of capital) dan pergerakan tenaga kerja terampil (movement of labor skilled) kian besar.

Jika tak bisa memanfaatkan peluang tersebut, kata Hatta, alih-alih menjadi basis produksi Indonesia hanya menjadi pasar bagi pemain lain. Fenomena kedua, yaitu penetrasi sains dan teknologi yang semakin dalam terhadap pembangunan ekonomi. "Artinya innovation based dan knowledge based economy menjadi ciri dari sebuah keunggulan," kata Hatta.

Sementara itu, fenomena ketiga yang perlu diperhatikan adalah semakin derasnya konsep sustainable development yang ditandai dengan perhatian terhadap green economydan poverty alleviation.

Menurut Hatta, perhatian terhadap lingkungan ini bisa menjadi hambatan jika tidak diperhatikan. Perhatian terhadap lingkungan harus juga dibarengi dengan scientific basedagar bisa diterima negara lain. Kegagalan CPO masuk dalam EG List ditengarai karena Indonesia gagal memberikan argumentasi yang scientific based.

Di samping juga diakui Hatta, ada kepentingan proteksi yang dilakukan negara lain terhadap produk saingan CPO. "Tiga inilah, bahwa kita menghadapi dunia seperti itu. Maka kita harus mendesain ekonomi ke arah di mana dunia bergerak," katanya.
Editor : Erlangga Djumena


Analisis : Integritas Ekonomi memang bisa menjadi ancaman maupun peluang bagi Indonesia tergantung pada bagaimana Indonesia menyikapinya. Harus ada pelatihan bagi masyarakat Indonesia agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, namun juga bisa menjadi rumah produksi. Sehingga perekonomian Indonesia akan semakin maju dengan adanya Integritas ekonomi global.

Selasa, 12 November 2013

Menkeu: Kepercayaan antara Petugas dan Wajib Pajak Harus Dibangun


Menkeu: Kepercayaan antara Petugas dan Wajib Pajak Harus Dibangun
Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Senin, 11 November 2013 | 14:10 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan RI (Menkeu) M. Chatib Basri meminta agar kepercayaan antara wajib pajak dan petugas pajak harus dibangun. 

Menurutnya, dengan terbangunnya kepercayaa, petugas pajak akan lebih mudah menjalankan tugasnya, sekaligus membantu tercapainya target pendapatan negara.

"Ke depan kita harus membangun trust antara wajib pajak dgn petugas pajak. Sehingga petugas pajak tidak merasa semua orang tidak mau bayar pajaknya. Si wajib pajak tidak merasa setiap hari dia diperas," kata Chatib seusai Sosialisasi PP No. 46 Tahun 2013 dan Fasilitas Pembayaran Pajak Melalui ATM, Senin (11/11/2013).

Lebih lanjut Chatib menjelaskan, membangun kepercayaan antara kedua pihak tersebut dimulai dengan hal yang sederhana. Hal yang dimaksud Chatib adalah mengenakan pajak sebesar 1 persen dari omzet kepada pengusaha UMKM.

Dengan membayar pajak tersebut, lanjut Chatib, pengusaha akan memperoleh beragam manfaat. "Ada enggak manfaatnya buat mereka? Ada, mereka tenang pajaknya bayar. Dengan bayar 1 persen mereka eligible untuk tax," jelasnya.

Chatib juga menyebut selama ini wajib pajak merasa kesulitan terkait sistem pembayaran pajak. Oleh karenanya, pemerintah memudahkan cara membayar pajak dengan bekerja sama dengan bank-bank sehingga wajib pajak dapat membayar pajak melalui anjungan tunai mandiri (ATM). 

"Kita kerjasama dengan bank-bank: Mandiri, BCA, BRI, dan BNI. Semua bisa dilakukan dengan ATM. Tujuannya sebenarnya yang lebih penting adalah bagaimana membangun kepercayaan wajib pajak dengan petugas pajak," jelas Chatib/

Chatib kembali menegaskan saat ini yang terpenting adalah membangun kepercayaan. Bila kepercayaan antara wajib pajak dan petugas pajak telah terbangun, maka ia optimis penerimaan pajak akan meningkat.

Editor : Bambang Priyo Jatmiko


Analisis : Menteri keuangan Indonesia mengatakan bahwa kepercayaan antar petugas pajak dan wajib pajak perlu dibangun. Memang sudah seharusnya hal tersebut dilakukan. Karena selama ini cukup banyak wajib pajak yang enggan untuk membayar pajak karena ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam pengelolaan pajak tersebut. Sehinggan banyak wajib pajak yang merasa tidak perlu membayar pajak.. Dengan adanya kepercayaan antar petugas dan wajib pajak akan membuat wajib pajak merasa nyaman dalam membayar pajak. Hal ini harus benar-benar di perhatikan mengingat pendapatan pajak negara masih jauh dibawah angka yang sudah ditetapkan.

Rabu, 06 November 2013

MS Hidayat: Tak Rasional Buruh Minta Upah Naik 50%

MS Hidayat: Tak Rasional Buruh Minta Upah Naik 50%

Mega Putra Ratya - detikfinance
Senin, 04/11/2013 18:08 WIB
http://images.detik.com/content/2013/11/04/4/buruh11.jpg
Bogor -Kalangan buruh di Indonesia baru-baru ini berdemo menuntut adanya kenaikan upah yang cukup tinggi, bahkan ada yang minta sampai 50%. Pemerintah menilai permintaan buruh tidak rasional jika meminat upah naik setinggi itu.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pemerintah sudah punya hitungan atas naiknya upah minimum provinsi (UMP) yang sudah disepakati. Salah satunya adalah perhitungan kebutuhan hidup layak (KHL).

"Jadi kalau ada yang bilang harus naik 50% itu tidak rasional, karena tidak berdasarkan fakta dan data yang ada," katanya di Istana Bogor, Senin (4/11/2013).

Menurut Hidayat, pemerintah dan pengusaha memang sudah punya agenda yang sama untuk menaikkan upah buruh. Kedua pihak menyadari harus ada peningkatan atas pendapatan buruh supaya bisa hidup layak.

"Artinya ada rumus yang fair disepakati. Buktinya sebagian besar menyadari bahwa yang paling baik adalah berjuang melalui perundingan," ujarnya.

Hingga hari ini, provinsi yang sudah menentukan upah minimum provinsi (UMP) untuk 2014 sudah mencapai 20 provinsi. Berarti masih ada 14 provinsi yang belum menentukan UMP untuk 2014


Analisis : Berita tersebut mengecam aksi buruh yang berdemo meminta kenaikan UMP sebesar 50%. Permintaan tersebut memang sedikit keterlaluan mengingat tenaga mesin mungkin tidak memakan biaya sebesar gaji para buruh. Menurut saya, perusahaan harus sedikit lebih transparan kepada buruh mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan.Memang tidak ada kewajiban Perusahaan bersikap transparan pada para buruh. Namun hal itu mungkin dapat memberi pengertian kepada para buruh bahwa jka harus menaikkan gaji lebih tinggi, perusahaan tidak akan sanggup membayar karena biaya yang dikeluarkan akan sangat besar dan bisa membuat perusahaan melakukan PHK karena ketidaksanggupan membayar gaji para buruh. 

Perusahaan Ini Beli Tanah di Karawang Rp 502 M, Dijual Lagi Rp 1 T


Perusahaan Ini Beli Tanah di Karawang Rp 502 M, Dijual Lagi Rp 1 T

Herdaru Purnomo - detikfinance
Senin, 04/11/2013 17:12 WIB
http://images.detik.com/content/2013/11/04/1016/171609_tanah.jpg
Jakarta -PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui anak usahanya PT Alam Makmur Indah (AMI) menjual tanah di Karawang, Jawa Barat kepada perusahaan asal Taiwan. AMI menjual tanah 216 hektar seharga Rp 1 triliun lebih kepada PT AUA Development.

Padahal AMI membeli tanah tersebut seharga Rp 502 miliar pada pertengahan tahun 2013 lalu.

"Transaksi ini membuktikan fleksibilitas kami terhadap aset kami utamanya pada saat terdapat kesempatan untuk mendapatkan marjin yang baik hanya dalam periode kepemilikan yang singkat, sehingga meningkatkan nilai pemegang saham," kata Direktur Utama APLN Trihatma Kusuma Haliman dalam keterangan persnya, Senin (4/11/2013).

Mengutip laporan kinerja perseroan selama kurun sembilan bulan selama Januari-September 2013, APLN mampu mengeruk pendapatan senilai Rp 3,481 triliun. Angka ini mendekati perolehan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,5 triliun.

Kontribusi terbesar berasal dari proyek Green Bay Pluit, Jakarta Utara sekitar Rp 1,4 triliun atau 41% dari total pendapatan. Sementara proyek yang baru masuk pasar tahun ini, yakni The Plaza Balikpapan menyumbang 7,5%.

Sekretaris Perusahaan APLN, Justini Omas, mengatakan, selain pendapatan dari penjualan (development income), perseroan juga mencatat pendapatan berulang (recurring income) yang terus meningkat menjadi sebesar 21,9%.


Analisis : Investasi tanah sekarang ini memang banyak diminati oleh banyak orang. Bagaimana tidak? Keuntungan dari investasi tanah ini mampu meraup keuntungan yang sangat besar. Seperti Perumahan di daerah Gading Serpong yang tanah nya sudah naik hampir 300% dari harga awal hanya dalam waktu 2-3 tahun. Investasi ini tentu sangat menguntungkan karena semakin sedikitnya lahan kosong, sehingga harga tanah akan terus merangkak naik. Namun investasi ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki penghasilan yang besar mengingat modal yang dikeluarkan sangat banyak. 

BI: Sektor Perbankan RI Tahan Terhadap Krisis Ekonomi

2013/10/31 | 12:20:56
BI: Sektor Perbankan RI Tahan Terhadap Krisis Ekonomi
Dewi Rachmat Kusuma – detikFinance

Bank Indonesia ( BI ) pede jika sektor perbankan merupakan salah satu sektor keuangan yang tahan terhadap krisis ekonomi.
Pada krisis ekonomi beberapa waktu lalu terutama sejak 2008, perekonomian Indonesia cukup tahan terhadap ‘ pukulan ‘ krisis, salah satu yang bisa tahan adalah sektor perbankan yang sangat kuat untuk menahan risiko pasar.
Demikian diungkapkan Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah saat mengisi acara Internasional Symposium on Audit Bank Efficiency di Gedung BPK, Jakarta, Kamis ( 31/10/2013 ).
Halim menyebutkan, sektor perbankan mampu menjaga risiko kredit bermasalah disaat perekonomian tengah mengalami guncangan. Likuiditas juga tetap terjaga.
“ Situasi perbankan lebih positif. Risiko kredit dan likuiditas cenderung lebih baik. Risiko kredit karena naiknya NPL dan likuiditas karena penarikan uang masih relatif di tingkat moderat. Ketika ekonomi global gonjang-ganjing, ekonomi Indonesia masih tumbuh,” ujar dia.
Selain itu, Halim menyebutkan, nilai tukar rupiah yang mulai stabil menunjukkan jika perekonomian Indonesia mulai pulih. Ditambah, di bulan September ada deflasi. Diprediksi, untuk bulan November inflasi masih akan terkendali di angka 0,1-0,2%.
“ Kondisi kita sudah mulai masuk wilayah keseimbangan. Rupiah stabil di angka di bawah Rp 11.000. Yield SBN menurun. September deflasi. Cadangan devisa BI cukup. Ini menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia membaik, ” katanya.
Namun, di sisi lain, rasio kredit Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB ) relatif masih rendah dibanding negara-negara tetangga.
“ Saya akan membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain. Rasio kredit terhadap PDB, Indonesia salah satu negara tertinggal dibandingkan Malaysia, Thailand, dan Singapura, rasio kredit terhadap PDB Indonesia masih rendah, “ kata Halim.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2013/10/31/122056/2400386/5/bi-sektor-perbankan-ri-tahan-terhadap-krisis-ekonomi

Analisis : Seperti yang kita tahu perekonomian dunia saat ini sedang tidak stabil. Negara superior seperti Amerika Serikat pun mengalami hal tersebut, tidak terkecuali Indonesia. Namun ditengah ketidakstabilan ekonomi dunia, Indonesia termasuk salah satu negara yang dapat bertahan dengan cukup baik meskipun adanya defisit perdagangan, pembayaran, dan defisit APBN. Dengan cara apa? BI menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin dari 6,5% menjadi 7%. Padahal cara tersebut tidak menutup kemungkinan menaikkan tingkat inflasi. Langkah yang seharusnya diambil adalah menghemat anggaran agar tidak terjadi defisit lebih lagi. Selain itu kurangi kegiatan impor. Karena seperti yang kita tahu bahwa krisis yang dialami negara-negara berkembang seperti Indonesia sekarang merupakan dampak dari krisis negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa. Nilai dollar yang melambung tinggi membuat harga barang impor naik. Sehingga menurut saya akan lebih baik jika Indonesia mengurangi impor seperti beras, coklat, dan sebagainya. Karena sebagian besar beras yang ada di Indonesia di impor dari Vietnam dan Thailand, padahal Indonesia merupakan agraris yang tanahnya sangat subur. Jadi, pembatasan impor menurut saya harus lebih digalakkan.

Contoh Masalah Perekonomian yang masih terjadi di Indonesia

Masalah Perekonomian - Pada berita ekonomi yang kami tulis pada artikel sebelumnya yang berisi bahwa Hatta Rajasa memiliki rasa bangga terhadap pergerakanperekonomian Indonesia. Dan hal itu memang benar dan tidak salah.

Namun di lain sisi sampai hari ini kita yang mungkin sedikit memperhatikan kondisi perekonomian negeri tercinta ini tentu mengetahui bahwa masih ada beberapa masalah perekonomian yang melanda masyarakat kita.Di dalam artikel ini kami bermaksud memberikan sedikit rangkuman tentang contoh - contoh masalah perekonomian yang masih terjadi di sekitar.



Beberapa Contoh Masalah Perekonomian


1. Masalah Kemiskinan
Ya, persoalan ini senantiasa menghantui dari zaman pemerintah yang satu dan beralih kepada zaman pemerintahan berikutnya. Permasalahan kemiskinan tidak akan benar tertutup dan akan terus muncul jika pemerintah dan dengan bantuan kita semua tidak lebih giat lagi memberantasnya. Di berbagai buku sastra ekonomi bahkan menyebut tujuan penting dari ekonomi merupakan untuk menghapus kemiskinan. Apa yang dimaksud miskin disini adalah ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

2. Masalah Kesejahteraan
Contoh permasalahan kedua adalah soal kesejahteraan ekonomi. Baik, ini merupakan kebalikan dari kemiskinan. Permasalahan ini sangat populer dalam ekonomi karena sifat manusia yang selalu tidak merasa cukup, ingin menjadi orang kaya, sejahtera, dan banyak uang. Semua itu terpaku pada sepatah kata: kemakmuran. Ini juga menjadi problema yang harus segera di selesaikan. Minimal tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia bisa lebih baik dan bisa menyamai dengan tingkat kesejahteraan negara tetangga.

3. Lapangan Pekerjaan
Lapangan kerja merupakan contoh permasalahan ekonomi lebih jauh. Permasalahan ini akan selalu bertambah para karena meningkatnya jumlah penduduk dan antusiasme untuk bekerja, sementara lapangan pekerjaan justru menyusut.

Persoalan pekerjaan ini juga berhubungan dengan masalah kemiskinan serta kemakmuran. Orang yang punya pekerjaan yang layak dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, maka otomatis akan semakin beranjak dari kemiskinan. 

Tiga masalah perekonomian tersebut di atas adalah masalah perekonomian yang paling mendasar yang langsung kelihatan di masyarakat kita. Tapi masih ada lagi. Kami juga akan sebutkan di bawah.

Masalah Perekonomian Lainnya


1. Harga
Masalah harga biasanya selalu muncul ke permukaan pada saat momen-momen atau perayaan hari - hari besar tertentu. Apalagi yang melibatkan sembilan dasar (kebutuhan pokok). Karena biasanya di saat - saat itulah orang - orang punya kebutuhan yang sama dan serentak ingin mendapatkan apa yang menjadi kebutuhannya itu. Sehingga tidak bisa dipungkiri bahkan terkadang harga suatu barang akan melonjak tanpa kendali.

Yang menjadi penyebabnya tidak lain - tidak bukan adalah ketersediaan produksi tidak dapat memenuhi lonjakan permintaan. Hal ini yang membuat harga naik. Dan seharusnya ini sudah menjadi agenda tertentu untuk dicarikan solusinya karena pemerintah biasanya sudah dapat membaca kapan momen seperti ini akan terjadi.

2. Sistem Ekonomi
Sistem perekonomian selalu berbeda di setiap negara. Ada yang dinamakan sistem kapitalisme, sosialisme, mix (campuran), serta seterusnya. Tetapi, dunia sekarang ini disinyalir terjadi non-ideologis fase, dimana gaya sistem ekonomi menyatu menjadi satu. Hal ini tentunya menuntut negara kita untuk mewujudkan strategi tertentu agar sistem ekonomi kita bisa bertahan.

3. Inflasi
untuk mereka yang berjuang dengan ruang lingkup makro akan terus bergulat dengan masalah satu ini. Inflasi Secara sederhana dapat ditafsirkan sebagai situasi dimana harga terus naik.

Inflasi ini memang berhubungan dengan harga. Seyogyanya, pemerintahan mempunyai hak untuk bisa mencegah terjadinya peningkatan atau inflasi

4. Hutang
Siapa sih yang tidak tahu bahwa negara kita ini sebenarnya memiliki banyak sekali kekayaan alam dan sumber daya alam yang jika kita olah dengan baik, tentu akan sangat membantu tingkat kemakmuran negara kita.

Tapi sayang, banyak sekali potensi - potensi alam kita yang akhirnya diserahkan pemerintah untuk dikelola oleh bangsa asing yang dampaknya tentu keuntungan yang di dapat negara lebih sedikit. Sebab hal inilah karena pemenuhan kebutuhan negara dirasa masih kurang, akhirnya pemerintah terpaksa berhutang.

Bukankah yang namanya hutang itu ada sistem bunganya? Kita masyarakat awam mungkin kurang begitu mengetahui berapa besar bunga yang harus dibayar karena hutang negara kita. Yang jelas, ini adalah suatu masalah perekonomian yang sangat besar. Kapan ya negara kita terbebas dari hutang?

Kami rasa cukup sampai di sini dulu bincang - bincang kita soal masalah perekonomianyang kalau ingin kita bahas lebih lanjut maka kita akan menjumpai masalah yang lebih kompleks lagi. Mungkin yang bisa kita lakukan untuk saat ini adalah mari kita dukung program - program pemerintah kita untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia seluruhnya.

Sumber : http://obrolanekonomi.blogspot.com/2013/04/contoh-masalah-perekonomian-yang-masih-terjadi-di-indonesia.html


Analisis : Artikel di atas memang benar. Masih banyak masalah perekonomian yang masih terjadi di Indonesia. Namun fakta nya tidak selalu seperti hal yang ada diatas. Berbicara tentang kemiskinan, kemiskinan identik dengan pengemis dan pengamen. Memakai baju compang camping dan terlihat lusuh. Namun tidak selalu yang terlihat lusuh itu miskin. Seperti beberapa bulan ini hangat pembicaraan tentang pengemis yang pendapatannya melebihi gaji pegawai kantoran. Jadi dalam memberantas kemisikinan mungkin lembaga yang bersangkutan salah sasaran.
Untuk lapangan pekerjaan, tidak selalu menjadi penyebab kemiskinan. Banyak dijumpai orang yang tidak bekerja bukanlah karena tidak ada lapangan pekerjaan. Banyak lowongan pekerjaan yang di tawarkan di koran maupun di web seperti jobsdb.com. Namun ternyata ada yang tidak bekerja karena malas atau pun ingin pekerjaan yang instan dalam menghasilkan uang. Contohnya pengemis yang telah disebutkan diatas. Mereka menolak diberi pekerjaan menjadi petugas kebersihan karena lebih mudah dan cepat mendapatkan uang dengan mengemis daripada bekerja.
Sedangkan masalah perekonomian lainnya memang tidak dapat dipungkiri. Seperti harga barang yang terus melambung tinggi, inflasi, hutang dan lain-lain merupakan masalah ekonomi yang sudah lama dihadapi oleh Indonesia. Yang dapat kita lakukan adalah membatu pemerintah dengan menaati Peraturan yang dibuat Pemerintah dan wakil-wakil negara lainnya. Seperti  taat membayar pajak, mendorong konsumsi produk dalam negri, dan lain-lain.

Jangan Tolak Investasi Asing, Tapi Pintarlah Memilih


Jumat, 25 Oktober 2013 | 13.45 WIB
Jangan Tolak Investasi Asing, Tapi Pintarlah Memilih
Oleh Dian Ihsan Siregar

Liputan6.com, Jakarta : Indonesia menjadi target produk asing karena memiliki pangsa pasar yang besar. Pemerintah harus lebih melihat hal-hal apa saja yang bisa dilindungi dari keterlibatan asing yang masuk ke Indonesia.
“ Jadi harus pintar memilih, namun kita tidak bisa menutupi dari sektor investasi asing, tapi kita lebih berpikir agar produk kita bisa lebih unggul dari pihak lain,” tegas Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Chris Kanter di Jakarta, Jumat ( 25/10/2013 ).
Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia mengakui tantangan liberalisasi perdagangan yang tertuang dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA ) harus diantisipasi Indonesia dengan sebaik mungkin, khususnya mengembangkan produk lokal agar bisa bersaing.
Chris mengatakan, jika ada antisipasi khusus dari Indonesia, maka tidak menjadi boomerang bagi industri lokal.
Sehingga, diharapkan juga memberi kekuatan bagi daya tarik domestik dalam membuat perusahaan lokal tumbuh berkembang dengan cepat.
“ Saya ingin CEPA dengan berbagai negara yang ada, tidaklah merugikan ekonomi kita ini dan bagaimana industri lokal dapat bersaing dengan baik dan bisa memberikan nilai tambah bagi ekonomi kita, itu yang akan kami usahakan dengan sebaik mungkin, “ ujarnya.
Kanter menjelaskan, dengan potensi market terbesar keempat di dunia, Indonesia punya potensi yang sangat potensial dalam membuat industri lokal bisa bersaing dengan produk yang datang dari luar.
Ia berharap, dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5%, Indonesia bukan hanya sebagai pangsa pasar saja, tapi bisa sebagai tempat basis produksi yang lebih baik.
(Dis/Nur)

Sumber : http:/m.liputan6.com/bisnis/read/729573/jangan- tolak-investasi-asing-tapi-pintarlah-memilih

Analisis : Dari artikel di atas dapat kita lihat bahwa Indonesia menjadi negara yang di incar sektor asing untuk memasarkan produk-produknya karena Indonesia mempunyai pangsa pasar yang besar. Tentu saja, tingkat konsumsi di Indonesia adalah tertinggi di Asia Tenggara dan ke empat di dunia. Harusnya Indonesia bisa mendorong produk lokal agar bisa bersaing dengan produk impor. Namun ironis nya produk lokal justru kalah bersaing dengan produk impor. Masyarakat lebih memilih membeli produk impor dengan alasan kualitas. Padahal produk Indonesia sendiri diterima dan menjadi primadona di pasar internasional. Sebut saja kecap ABC, jamu Tolak Angin, dan kopi Kapal Api yang sukses menembus pasar Internasional. Mungkin yang diperlukan selain mengembangkan produk lokal agar bisa bersaing di negara sendiri adalah merubah pemikiran masyarakat nya agar lebih mencintai produk dalam negri.